JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi I DPR Kemal Stamboel Azis menilai, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tergolong tokoh besar dunia, bahkan merupakan pejuang demokrasi terbesar abad ini.
Dia mengatakan itu di Jakarta, Rabu (6/1/2010), merespons banyaknya dukungan berbagai pihak (individu ataupun organisasi) agar Gus Dur dianugerahi gelar pahlawan nasional.
"Saya rasa, sangat wajar jika rakyat ramai-ramai mengusulkan gelar itu kepada beliau. Sebab, dalam segala keterbatasan fisiknya, Gus Dur telah menunjukkan semangat yang luar biasa untuk memimpin bangsa dan terus membuahkan pemikiran-pemikiran yang merangsang kita untuk berpikir demi bangsa semata," ujarnya.
Bagi Kemal Stamboel Azis, kepergian Gus Dur itu benar-benar merupakan sebuah kehilangan. "Yakni, kita kehilangan seorang pejuang demokrasi terbesar yang lahir di dunia ini," ujarnya.
Gus Dur di mata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu benar-benar patut diteladani dalam banyak hal, terutama komitmennya terhadap kebangsaan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
"Selamat jalan pemimpin... Gus Dur.... Kita kehilangan pemimpin yang sangat berjiwa besar, sangat merakyat, sederhana, apa adanya, tetapi menyentuh hati rakyat Indonesia. Doa kami untuk beliau...," katanya.

