PASURUAN, KOMPAS.com — Puluhan Pemuda Cinta Gus Dur (PCG) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (6/1/2010) melakukan tabarrukan, yakni ziarah ke makam Gus Dur dengan berjalan kaki dari Pasuruan ke Jombang sejauh 120 kilometer.
Para peserta tabarrukan itu dilepas para kiai dan pastur dengan disertai doa lintas agama. Para tokoh agama itu di antaranya Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan, KH Sonhaji Abdushomad, dan Romo Yohanes Triyana, Pr dari Gereja St Theresia Pandaan.
Koordinator PCG Kabupaten Pasuruan Agus Mi’roj menjelaskan, tabarrukan dilakukan untuk mengenang KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur. Ia mengatakan, kegiatan itu juga memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa jerih payah yang dilakukan para PCG dengan jalan kaki dari Kantor NU Sukrejo, Pasuruan, hingga makam Gus Dur di PP Tebuireng, Jombang, itu belum setimpal dengan jasa Gus Dur dalam usaha menyejahterakan rakyat.
Selain itu, juga untuk mengajak masyarakat meneladani kiprah Gus Dur dan mengajak masyarakat untuk mendesak pemerintah untuk segera menobatkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Para peserta tabarrukan yang diikuti 50 orang itu juga mengusung dua petisi.
Petisi pertama yang dibacakan Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan KH Sonhaji Abdushomad, yakni mendesak pemerintah agar segera menobatkan KH Abdurrahman Wahid sebagai pahlawan nasional. Adapun petisi kedua yang dibacakan Romo Yohanes Triyana, Pr dari Gereja St Theresia Pandaan, mendesak pemerntah agar menetapkan tanggal 31 Desember sebagai hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid sebagai hari pluralisme dan demokrasi.

