Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:50 WIB
JK: Gus Dur Bisa Pecat Orang Tanpa Membuatnya Marah
Leo Sunu | tof | Selasa, 5 Januari 2010 | 23:49 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa amat kehilangan sosok sahabat dan pemimpin dengan wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur, sebut JK, merupakan sosok yang akan selalu dikenang atas berbagai perannya dalam mengembangkan demokrasi di Indonesia.

 

Dalam acara tahlilan tujuh hari wafatnya Gus Dur, JK didaulat untuk memberikan testimoni dan kenangannya atas almarhum. Kepada ribuan jamaah, JK mengaku sangat mengenang masa-masa ketika ia menjadi sahabat sekaligus "anak buah" Gus Dur. Seperti diketahui, JK pernah menjabat sebagai menteri perindustrian dan perdagangan pada era kepemimpinan Gus Dur.

 

"Selain sahabat, saya juga mantan anak buah. Beliau kan setiap dua bulan memecat menteri. Hamzah Haz, Wiranto, lalu kemudian saya. Tapi semua tidak ada yang marah," ucap JK sedikit berguyon, Selasa ( 5/1/2010 ), di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

 

Kekagumannya pada sosok Gus Dur, kata JK, mendiang selalu bisa membuat pihak yang dipecatnya itu tidak marah. "Kalau saya mecat orang mungkin 2-3 tahun tidak mau ngomong sama saya. Nah hebatnya Gus Dur kalau beliau mecat orang, yang dipecat tidak marah," tuturnya yang disambut tawa hadirin yang hadir.

Advertorial
»