Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:39 WIB
Ribuan Masyarakat Hadiri Tahlilan 7 Hari Wafatnya Gus Dur
Leo Sunu | Edj | Selasa, 5 Januari 2010 | 21:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Puluhan ribu warga memadati kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/1/2010), untuk mengikuti tahlil dan doa bersama memperingati tujuh hari wafatnya mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tahlil dihadiri juga oleh beberapa kiai khos Nahdlaul Ulama, keluarga besar Gus Dur, sejumlah pejabat, dan diisi tausiyah oleh budayawan Emha Ainun Nadjib.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan masyarakat simpatisan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengikuti acara tahlilan yang digelar untuk memperingati 7 hari wafatnya Presiden ke-4 RI, Selasa (5/1/2010) di kediaman almarhum, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pantauan Kompas.com, ribuan jemaah mulai memadati kediaman Gus Dur sejak diawali dengan shalat isya. Acara kemudian dilanjutkan dengan zikir dan tahlil yang dipimpin oleh KH Said Agil Siraj.

Selain dihadiri pihak keluarga dan ribuan simpatisan, berbagai tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama juga ikut hadir dalam acara ini. Saat berita ini diturunkan, juga tengah dilakukan penyampaian testimoni dan kesan-kesan dari berbagai tokoh terhadap almarhum Gus Dur.

Dari pihak keluarga, terlihat putri Gus Dur, Inayah Wahid dan Nita Wahid, mengikuti jalannya acara secara khusyuk. Sementara Yenny Wahid dikabarkan mengikuti tahlilan di Jombang, Jawa Timur. Kehadiran para tokoh lintas agama juga menjadi sesuatu yang berbeda pada malam ini. Panitia menyediakan tempat khusus untuk para tamu non-Muslim ini di bagian kanan rumah kediaman Gus Dur.

Advertorial
»