JAKARTA, KOMPAS.com — Polri membuka ruang seluas-luasnya kepada Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum untuk masuk ke seluruh jajaran kepolisian. Satgas dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menemukan dan mengikis kasus-kasus hukum yang diwarnai berbagai praktik mafia, termasuk di tubuh Polri.
"Kita membuka diri Satgas masuk ke semua jajaran organisasi Polri," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di Mabes Polri, Selasa (5/1/2010). Sebelumnya, seluruh anggota Satgas telah bertemu dengan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.
Edward menjelaskan, Kapolri telah menyiapkan para Kapolda di seluruh wilayah Indonesia serta pejabat di bidang operasional pelayanan Polri untuk bertemu dengan Satgas. Selain itu, Polri telah membentuk tim khusus untuk membantu kerja Satgas jika diperlukan.
"Polri telah mempersiapkan dan kita serahkan semua di bawah kendali tim yang telah dibentuk ini. Tim pendamping gabungan ini kita serahkan sepenuhnya kepada Satgas. Tim akan bekerja sesuai permintaan Satgas," jelas Edward.
Irwasum Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna secara terpisah mengatakan, pihaknya besok akan bertemu dengan Satgas untuk menyinergikan kerja. "Agar nanti tidak terjadi benturan-benturan. Kalau memang ada aparat yang berlaku tidak benar ya kita tindak. Kita akan buka-bukaan," jelas Nanan di Mabes Polri.

