Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:47 WIB
Sebut Aulia Tak Jujur, Agun-Ruhut "Sahut-sahutan"
Inggried Dwi Wedhaswary | hertanto | Selasa, 5 Januari 2010 | 12:52 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan, diambil sumpah sebelum memberikan kesaksian di hadapan Pansus Angket Bank Century

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana rapat Pansus Angket Bank Century, Selasa (5/1/2010), sempat sedikit memanas pada saat dua anggota pansus, yaitu Agun Gunanjar dan Ruhut Sitompul "sahut-sahutan".

Bapak tidak jujur mengutarakan yang sebenarnya Bapak ketahui, tapi dilimpahkan kepada (pejabat) yang lain.

Bermula dari pernyataan Agun, asal Fraksi Partai Golkar, yang mengatakan bahwa Aulia tak jujur dalam memberikan jawaban atas pertanyaan anggota pansus.

"Katanya transparan? Kalau tidak mengetahui, apa yang bapak ketahui soal proses akuisisi? Bapak tidak jujur mengutarakan yang sebenarnya Bapak ketahui, tapi dilimpahkan kepada (pejabat) yang lain. Padahal, BI tidak prudent dalam memberi keputusan akuisisi dan merger," kata Agun.

Dikatakan tak jujur, Aulia menampiknya. Besan Presiden SBY ini mengatakan, dirinya memang tak tahu detil soal proses akuisisi. "Bukan melempar, tapi saya memang tidak tahu. Karena dari awal prosesnya saya tidak dilibatkan," ujar Aulia.

Tak lama kemudian, anggota pansus asal Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul melakukan interupsi dan menyatakan keberatasan atas tudingan tak jujur yang dilayangkan Agun terhadap Aulia.

"Tolonglah, di pansus ini jangan pakai unsur hate (kebencian). Kita tidak berhak menyatakan orang jujur atau tidak jujur. Marilah kita semua sesuai etika," kata Ruhut dengan nada tinggi.

"Maaf, saya bicara atas nama pribadi. Itu hak saya untuk menyatakan orang jujur atau tidak jujur," timpal Agun.

Wakil Ketua Pansus, Mahfidz Sidiq, yang menjadi pimpinan rapat menengahi. "Judgement itu memang hak masing-masing anggota. Kalau ngawur, biarkan publik yang menilai," ujar Mahfudz.

Advertorial
»