Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:46 WIB
"Membongkar Gurita Cikeas" Cetak Ulang Ribuan
Lukas Adi Prasetya | mbonk | Minggu, 3 Januari 2010 | 17:05 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Seorang wanita membaca buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century" karya George Junus Aditjondro, di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (26/12/2009).

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - "Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century", buku karangan George Junus Aditjondro yang menuai banyak kontroversi, akan dicetak ulang oleh Penerbit Galangpress secepatnya dengan jumlah 5.000-10.000 eksemplar. Cetakan pertama buku itu, yakni 4.000 eksemplar sudah ludes.

"Untuk rencana cetak ulang, kami mesti berdiskusi dulu dengan Pak George Junus dan pengacara Galangpress (Jeremias Lemek) tentang apakah cetakan ulang itu nanti sama persis isinya dengan cetakan pertama, apa ada sejumlah revisi. Tapi yang jelas, secepatnya buku akan kami cetak ulang," ujar Direktur Galangpress Julius Felicianus, Minggu (3/12/2010).

Rencana mencetak ulang dilatarbelakangi minat masyarakat yang tinggi. Bahkan, sampai hari ini ada 6.000-an orang masuk daftar tunggu sebagai pembeli di Galangpress. Sebelumnya, 13 perguruan tinggi juga memesan, dan satu kampus bisa memesan 50 hingga100 eksemplar. Selain itu pesanan juga datang dari semua parpol, sejumlah duta besar, hingga Pansus Century. Dengan kondisi seperti itu, keengganan toko-toko buku di sejumlah kota besar di Jawa menjual buku tersebut, tak menjadi soal.

Galangpress melakukan cetak pertama buku ini sebanyak 4.000 ekspemplar. Rinciannya, 30 persen dijual di toko-toko buku kecil dan 70 persen di toko-toko buku besar. Semestinya 23 Desember lalu buku sudah dipajang di toko buku besar namun toko buku masih enggan dengan alasan takut.

Pekan lalu, Komnas HAM atas permintaan Galangpress mengirim surat yang selanjutnya akan diteruskan Galangpress ke distributor buku dan toko buku besar. Surat itu berisi imbauan agar jangan takut menjual buku George Junus karena buku tersebut merupakan kajian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Namun lebih dari separuh toko buku besar di Jawa tidak berani menjualnya. Kalau demikian keadaannya, buku mendingan kami tarik saja dan dioper ke toko buku yang berani menjual, juga untuk mereka yang sudah memesan buku ini," ujar Julius.

Advertorial
»