LONDON, KOMPAS.com - Seorang tentara Inggris kembali tewas di Afganistan, Jumat, membuat korban tewas negara itu selama 2009 menjadi 108 orang.
Kementerian Pertahanan menjelaskan, tentara dari Resimen Teknik 33 itu sedang bekerja untuk membongkar bom rakitan (IED) di dekat Sangin, Provinsi Helmand, Afghanistan selatan, ketika ia terperangkap dalam ledakan. Ia tewas karena lukanya.
"Dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengkonfirmasi pada anda bahwa seorang tentara Inggris dari Resimen Teknik 33 telah tewas akibat ledakan di dekat Sangin di provinsi Helmand," kata juru bicara militer Kolonel David Wakefield.
"Ia adalah bagian dari Gugus Tugas Anti-IED, yang memimpin perang melawan bom rakitan di Helmand. Pengorbanan dan keberaniannya tidak akan dilupakan."
Tahun 2009 adalah tahun paling berdarah bagi tentara Inggris sejak konflik Malvinas 1982. Kematiannya membuat jumlah personel militer Inggris yang tewas sejak awal operasi di Afganistan menjadi 245 orang.
Pemerintah PM Gordon Brown belum lama ini mengumumkan bantuan 150 juta pound (240 miliar dolar) untuk memerangi ancaman dari bom rakitan, yang menyebabkan kematian terbanyak tentara Inggris.

