JAKARTA, KOMPAS.com - Nama mantan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R), Marsillam Simanjuntak, masuk sebagai salah satu pihak yang akan dipanggil oleh Pansus Angket Bank Century, yang akan mulai kembali bekerja pada 5 Januari 2010. Hal itu diungkapkan oleh anggota pansus asal Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/1/2010).
Muzani mengatakan, pihaknya merasa masih perlu mendalami informasi kehadiran Marsillam dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat pengambilan keputusan bailout bagi Bank Century. Informasi kehadiran Marsillam, kata Muzani, sesungguhnya dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang juga menjabat Ketua KSSK. Notulensi dan bukti kehadiran Marsillam yang merupakan kepanjangan tangan Presiden, dinilai sebagai data dan informasi baru yang perlu didalami.
"Tentang kehadiran Pak Marsillam, sebelumnya kita tidak tahu. Tapi, Menkeu sendiri yang bilang dia (Marsillam) datang. Kata Menkeu, kedatangannya sebagai utusan Presiden. Itu kata Menkeu lho. Saat lihat notulensi dan daftar hadir, Marsillam hadir sebagai Ketua UKP3R. Apa urgensinya Ketua UKP3R datang?" ujar Muzani.
Pihak istana sudah mengeluarkan bantahan bahwa Marsillam hadir sebagai utusan Presiden. Kehadiran Marsillam dikatakan tanpa sepengetahuan Presiden. "Istana bilang, Presiden tidak pernah mengutus Marsillam. Kemudian, Menkeu meralat bahwa kehadiran Marsillam sebagai penasihat Menteri Keuangan. Sejak kapan dia jadi penasihat? Ini namanya data baru, masalah baru yang harus diungkap. Kita ingin tahu urgensinya apa," lanjut Muzani.
Urgensi kehadiran Marsillam dalam rapat KSSK dinilai penting untuk diungkap, agar segala persoalan pengucuran dana Bank Century menjadi jelas. "Kita harus tahu, apa keterlibatannya dalam proses rapat itu. Katanya sebagai utusan Presiden, tapi Presiden bilang tidak pernah mengutus. Jangan-jangan keputusan KSSK diambil karena mereka tahunya Marsillam hadir sebagai utusan Presiden," lanjut anggota Komisi I DPR ini.

