Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:06 WIB
Anwar Sebut LPS Terlalu Gegabah Kucurkan Bailout Century
Wahyu Satriani Ari Wulan | wah | Kamis, 31 Desember 2009 | 18:11 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/ANI
Anwar Nasution

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution menyesalkan tindakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengucurkan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun untuk penyelamatan Bank Century (kini Bank Mutiara) akhir tahun 2008 lalu. Dia menyebut tindakan LPS gegabah karena melakukan pengucuran dana tanpa didasari informasi yang lengkap soal Bank Century dan nasabahnya.

Di samping itu, menurut Anwar, LPS seharusnya juga melakukan investigasi terlebih dahulu sebelum memasukkan Century dalam daftar bank yang dijamin olehnya. "Apa kerjanya enggak ngerti saya seperti juru bayar saja itu. Dia seharusnya mencari informasi pada bank yang akan diasuransikan. Jangan cuma diam saja mengikuti kata BI (Bank Indonesia)," tuturnya, seusai melayat almarhum Frans Seda, di Jakarta, Kamis (31/12/2009).

 

Anwar mengatakan LPS seharusnya bisa menempatkan diri selayaknya perusahaan asuransi. Ia lantas mencontohkan, perusahaan asuransi mempunyai dokter kesehatan sendiri yang melakukan pemeriksaan terhadap setiap calon nasabah yang akan masuk. "Asuransi itu punya dokter kesehatan sendiri. Kalau tidak, nanti dia dapat pasien penyakit kanker sudah stadium 4 seluruhnya. Bangkrut," tandasnya.