Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:43 WIB
Warga NU Diimbau Tak Berhura-hura Rayakan Tahun Baru
Rachmat Hidayat | wah | Kamis, 31 Desember 2009 | 17:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Hasyim Muzadi


JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi menghimbau kepada warga NU di seluruh Indonesia untuk tidak berhura-hura dalam menyambut Tahun Baru 2010. Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Persda Network, Kamis (31/12), PBNU kemudian meminta kepada warga NU untuk khusyuk memanjatkan doa serta tahlil bagi kepergian KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur selama-lamanya.

"Guna belasungkawa warga NU atas wafatnya Gus Dur, agar warga NU di seluruh Indonesia, tidak ikut berhura-hura di pesta Tahun Baru. Namun, lebih baik diisi dengan secara khusyu, memanjatkan doa serta tahlil, serta istigosah. Semoga, Gus Dur mendapat khusnul khotimah," ujarnya.

KH Hasyim Muzadi menyatakan, dengan meninggalnya Gus Dur, bangsa ini telah kehilangan tokoh demokrasi dan humanisme yang berani serta mau mengambil resiko atas keberanian Gus Dur dalam mengambil sikap demi bangsa ini. Di kalangan NU, Hasyim bercerita, dalam dekade akhir ini belum ada yang bisa menyamai ketokohan Gus Dur.

Dalam dekade ini belum ada tokoh sekelas Gus Dur. Beliau juga telah membawa NU keluar dari eksklusifisme ke wawasan nasional dan internasional. Dan sehubungan dengan wafatnya beliau, saya harap warga NU di seluruh Indonesia maupun yang berada di luar negeri agar menyampaikan doa tahlil selama tujuh hari," ujarnya.

"Memaafkan segala kesalahan beliau dalam kaitan haqqun adami (hak sesama manusia). Saya kembali berharap lagi,semoga Allah SWT menganugerahi beliau husnul khotimah," katanya lagi.

Advertorial
»