JOMBANG, KOMPAS.com - Hingga saat ini, sejumlah ulama dan tamu penting lainnya terus mengalir ke rumah Gus Sholah yang juga pengasuh PP Tebuireng yang berada di dalam kompleks pondok pesantren itu.
Sejumlah santri terus membaca surat Al Ikhlas sejak Rabu (30/12) malam hingga jenazah Gus Dur dimakamkan. Ritual ini lazim dilakukan kalangan santri dalam menyambut jenazah seorang ulama atau pengasuh pondok pesantren.
Sementara itu, di kompleks makam keluarga besar PP Tebuireng steril sejak liang lahat yang disiapkan untuk jenazah Gus Dur digali, Kamis pagi. Makam Gus Dur berada di sebelah pusara kakeknya yang juga pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusyeikh KH Hasyim Asy’ari. Selain KH Hasyim Asy’ari, terdapat makam KH Wahid Hasyim (ayahanda Gus Dur), KH Yusuf Hasyim (paman Gus Dur), dan sejumlah keluarga besar PP Tebuireng dimakamkan di tempat itu.

