Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:42 WIB
Investor Tanyakan Kasus Century ke Menkeu
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Kamis, 31 Desember 2009 | 08:40 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menutup perdagangan bursa di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pasar modal merisaukan kasus Bank Century (kini Bank Mutiara) yang kini berada di tangan panitia khusus Century DPR RI. Kasus bank bermasalah ini, dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi perekonomian dan pasar modal.

Steve Susanto selaku Managing Director PT Reliance Securities menyampaikan kerisauannya ini kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat perayaan penutupan perdagangan bursa, Rabu ( 30/12/2009 ).

"Sebenarnya istilah yang paling populer saat ini itu sistemik. Sampai sejauh mana pansus bisa mengakibatkan sistemik. Maksudnya, apakah pansus mampu mengubah mengikuti permintaan mereka. Misalnya Sri Mulyani dan Boediono mundur," ujarnya, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, mundurnya Menkeu dan Wakil Presiden dipastikan akan mempengaruhi kondisi pasar modal karena akan menyebabkan ketidakpastian pasar. Padahal, selama ini investor pasar modal dipengaruhi oleh stabilitas politik dan ekonomi bangsa. "Selama itu tejadi, pasti akan ada over hang di pasar modal. Ini potensinya berapa besar?" tuturnya. 

Menanggapi hal ini, Menkeu hanya tersenyum dan mengaku tidak tahu jawabannya. Dia mengapresiasi banyaknya dukungan yang diberikan terhadapnya selama kasus ini bergulir.

"Saya tidak tahu. Anda menanyakan di luar kontrol. Sebagai pembuat kebijakan, saya siap diminta untuk akuntabel. Jangan biarkan saya sendirian menghadapi pertarungan ini," tandasnya.

Advertorial
»