BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Sebagian warga Bandarlampung mengikuti berita wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui layar televisi, karena mereka ingin mengetahui prosesi pemakaman sekaligus mendoakan mantan presiden itu.
"Saya pengagum Gus Dur karena gaya dan lontarannya yang cerdas. Kita kehilangan sosok yang bisa disebut bapak bangsa," kata Sonny Usman, warga Way Halim, di Bandarlampung, Kamis.
Karena tidak bisa menghadiri langsung proses pemakaman sebagai penghormatan terakhir, lanjut dia, maka jalan keluarnya adalah menyaksikan pemakaman melalui televisi. "Mudah-mudahan ada stasiun televisi bahkan kalau bisa semua stasiun menyiarkannya," kata Sonny.
Warga lainnya, Nasrullah, mengatakan, Gus Dur adalah lambang demokrasi Indonesia karena pada era kepemimpinannya banyak "kran" tersumbat dibukanya. "Sudah selayaknya beliau dinobatkan sebagai bapak bangsa dan pahlawan nasional," kata dia.

