JAKARTA, KOMPAS.com — Jenazah mantan Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya tiba di rumah duka di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, yang merupakan kediaman pribadi beliau, Rabu (30/12/2009) malam. Jenazah tiba sekitar pukul 22.10 dalam iring-iringan panjang dan pengamanan yang sangat ketat.
Selain iring-iringan dari aparat kepolisian, mobil jenazah berwarna hitam itu juga diikuti oleh ratusan simpatisan Gus Dur. Mereka tak henti-hentinya melafalkan doa untuk mengiringi jenazah tokoh besar Nahdlatul Ulama tersebut. Juga terlihat beberapa anggota keluarga Gus Dur berada dalam rombongan dan di mobil jenazah.
Setibanya di rumah duka, jenazah Gus Dur langsung dibawa masuk. Hanya beberapa keluarga dan kerabat dekat yang diizinkan untuk masuk ke dalam.
Beberapa tokoh nasional juga sudah hadir di rumah duka, antara lain Try Sutrisno, Adnan Buyung Nasution, Taufik Kiemas, dan Megawati Sukarnoputri, Prabowo Subianto, Priyo Budi Santoso, Habibie, Muh Iskandar, Nur Mahmudi Ismail, Jaya Suprana, Ulil Abshar Abdala, hingga Slamet Raharjo.
Hingga saat ini, pihak keluarga dan kerabat dekat masih menggelar tahlilan untuk mendoakan arwah almarhum. Menurut kabar, esok hari, jenazah Gus Dur akan segera dibawa ke Jombang, Jawa Timur, untuk dimakamkan. Belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai kepastian keberangkatan tersebut.

