Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:38 WIB
Negara Ini Masih Butuh Gus Dur
Leo Sunu | msh | Rabu, 30 Desember 2009 | 21:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar meninggalnya KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur mengejutkan banyak pihak. Banyak yang menilai bahwa Gus Dur wafat terlalu cepat saat negara ini masih didera berbagai permasalahan pelik.

Tak terkecuali, mantan Menteri Riset dan Teknologi AS Hikam. Menteri yang pernah menjabat pada era pemerintahan Gus Dur ini mengaku terkejut dengan wafatnya Gus Dur yang dinilainya terlalu cepat.

"Beberapa minggu lalu memang kita tahu kondisi kesehatan Gus Dur merosot. Namun, saya tetap terpukul dan terkejut karena ini terlalu tiba-tiba," kata AS Hikam saat tiba di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2009) malam.

Ia menilai, kepergian guru bangsa ini terlalu cepat di tengah kondisi bangsa yang masih karut-marut. Gus Dur, kata dia, dikenal dengan keramah-tamahannya yang sangat bersahaja. "Beliau masih dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini. Keramahannya sulit dilupakan," tandasnya.