JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama negara, pemerintah Republik Indonesia dan pribadi, menyatakan duka mendalam atas wafatnya mantan presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid.
Presiden menyampaikan ungkapan bela sungkawanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/12/2009) malam. Sebagai ungkapan berkabung, Presiden meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.
"Saya meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mulai besok mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari sebagai rasa duka dan berkabung kita yang mendalam atas kepergian presiden keempat kita, Bapak KH Abdurrahman Wahid," ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendoakan Gus Dur diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan amal ibadahnya serta jasa dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan tetap sabar, tegar, dan tawakal serta berserah diri kepada Allah SWT.
"Saya juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penghormatan yang paling tinggi seraya mendoakan agar almarhum hidup tenang di alam baka sesuai dengan amal baktinya di dunia," demikian Presiden.

