JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur.
Pernyataan Jusuf Kalla disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS) yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (30/12/2009) malam. Jusuf Kalla saat ini berada di Australia bersama keluarganya sejak Minggu (27/12/2009) malam, untuk berlibur.
Dalam pesan singkatnya, Jusuf Kalla menyatakan turut berduka cita dan mendoakan agar amal ibadah dan pengabdiannya diterima Allah SWT serta derajat di sisi-Nya ditingkatkan.
"Kita semua harus tetap menjaga semangat kebersamaan, demokrasi, dan pluralisme yang menjadi semangat almarhum," pesan Jusuf Kalla.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, Rabu sekitar pukul 18.40 WIB, meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta karena sakit.
Gus Dur menjabat presiden RI keempat mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Putra pertama dari enam bersaudara itu lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940.
Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, adalah putra pendiri organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari. Adapun ibunya, Hj Sholehah, adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syamsuri.
Gus Dur menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni), Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

