JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai simbol kritikan karena KPK dinilai lamban dalam memproses sejumlah kasus besar, khususnya kasus skandal Bank Century, kalangan aktivis dari International Corruptions Watch (ICW) menghadiahi KPK sepasang "siput".
Siput berwarna merah diberikan bersama piagam antikorupsi yang bertuliskan "Tahun 2010 KPK Jangan Lamban Seperti Siput" itu diberikan memperingati hari jadi KPK ke-6 yang jatuh pada tanggal 29 Desember. Hadiah diterima Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.
"Ini sebagai bentuk kritikan kami karena harapan masyarakat terhadap penyelesaian kasus korupsi di KPK tinggi," kata Peneliti ICW, Febri Diansyah, Rabu (30/12/2009).
Sementara itu, pimpinan KPK Bibit Samad Rianto mengatakan sebenarnya tahun 2009 pihaknya tidak lamban dalam menangani perkara korupsi, khususnya yang saat ini menjadi sorotan. Masalahnya, energi KPK sempat terbuang percuma karena menghadapi kriminalisasi pimpinan KPK beberapa waktu lalu.
"Kami bukan melambat tapi kehabisan waktu karena kriminalisasi," kata Bibit. Sambil tersenyum, Bibit mengucapkan terima kasih terhadap hadiah sekaligus kritikan tersebut. Dia menegaskan, penanganan kasus korupsi tetap berjalan dan pasti diselesaikan. "Pimpinan KPK juga tetap solid," ungkapnya menjawab kondisi internal pimpinan KPK saat ini.
Sementara itu, Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho mengatakan, evaluasi yang dilakukan pihaknya selama tahun 2009, KPK masih sebatas membongkar kasus tetapi belum menuntaskan. Hal itu seperti terlihat dari penanganan kasus korupsi aliran dana BI ke Komisi X DPR, kasus alih fungsi hutan, suap penghentian kasus BLBI Sjamsul Nursalim, pengadaan mobil pemadam kebakaran, suap dalam pemilihan deputi gubernur BI, pengadaan SKRT Dephut, dan pengadaan mesin jahit di Depsos.
Selain tidak tuntas, sejumlah kasus juga dinilai macet atau tanpa kejelasan. Misalnya percobaan penyuapan dan menghalang-halangi pemeriksaan oleh Anggodo, penyimpangan biaya perkara di MA, penyelenggara haji, pengadaan alat siar TVRI dan bus transjakarta, serta pengadaan alat informasi teknologi KPU.
"KPK juga belum menyentuh, baik aparat penegak hukum maupun korupsi di sektor peradilan," imbuhnya.
Sementara itu menurut Febri, ada tiga kasus utama yang menjadi wajah KPK, yakni penanganan kasus percobaan penyuapan oleh Anggodo, suap pemilihan deputi gubernur BI yang dilaporkan Agus Condro, dan kasus Bank Century.
"Kalau memang KPK punya cukup bukti, segera tingkatkan status Angdodo. Kalau tidak cukup bukti ya akan jadi preseden buruk untuk KPK," katanya.
Febri juga menyoroti kemungkinan adanya pelemahan dari internal KPK. Sebab berdasarkan analisis pihaknya, KPK tidak hanya mendapatkan serangan dari luar, tapi dari dalam. "Kami fokus pada bagian penyidikan, bahkan kalau perlu ada pembersihan. Kalau membenahi harus dimulai dari bagian ini," ujarnya.
Sementara itu, bagian publikasi ICW Tama menyampaikan sejumlah rekomendasi ICW buat KPK untuk tahun 2010, yaitu melakukan pembenahan dan pembersihan internal KPK; melakukan evaluasi khusus dan perbaikan strategi penindakan; menuntaskan kasus yang belum tuntas, khususnya tiga kasus yang menjadi sorotan publik; memprioritaskan penindakan daripada pencegahan dan memperkuat efek jera bagi pelaku korupsi. (Persda network/NDA)

