Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:14 WIB
Ketua MA Khawatir Supremasi Hukum Dikalahkan "People Power"
| acandra | Selasa, 29 Desember 2009 | 23:14 WIB
|
Share:

Dhoni Setiawan
Supreme Court Chief Justice Harifin A. Tumpa

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa mengakui bahwa supremasi hukum di tanah air mengalami ujian berat belakangan ini. Di mana, masyarakat cenderung menggunakan 'people power' dalam menyelesaikan perkara di luar proses hukum.

Hal ini diungkapkan Harifin, saat memberi sambutan acara "Pelantikan Kepala Pengadilan Militer Utama", di Gedung MA, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Ia mengungkapkan penggunaan people power seperti demonstrasi besar-besaran yang menekan dan bahkan mendesak para hakim penyelesaian di luar ranah hukum. Ia khawatir, cara ini mencederai supremasi hukum yang ada.

"Penegakan hukum akhir-akhir ini mengalami ujian yang berat, sehingga timbul kekahwatiran mengenai supremasi hukum. Ada kecenderungan masyarakat untuk menyelesaikan diluar proses hukum. Ada kecenderungan menggunakan people power, penegak hukum ditekan, demostrasi besar-besaran dan mendesak para hakim," paparnya.

Harifin mencontohkan beberapa kasus yang mencuri perhatian publik. Misalnya para hakim dicela karena menghukum pencuri kakao dan pencuri semangka. Menurutnya, putusan-putusan yang diberikan anak buahnya terhadap kasus itu terbilang ringan dan melalui pertimbangan yang matang.

Karena itu, di hadapan jajaran para hakim yang hadir dalam acara tersebut, Harifin meminta dengan tegas agar para hakim tidak terbawa arus kehendak di luar proses hukum dan tetap memegang teguh prinsip-prinsip hukum yang diyakini. Para pengetuk palu vonis itu juga diminta menjadi pengadil sejati.

"Kita tidak boleh goyah atas prinsip-prinsip hukum yang kita yakini, kita berharap agar aparat penegak hukum menjadi pengadil yang sejati," tegasnya. (Persda Network/coz)

Sumber :
Persda Network