Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:38 WIB
Kontroversi "Gurita Cikeas", Buku Harus Dilawan Buku
Leo Sunu | acandra | Selasa, 29 Desember 2009 | 20:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemunculan buku Membongkar Gurita Cikeas telah memancing aksi reaktif dari kalangan dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, mengimbau pihak-pihak yang disebutkan dalam buku agar tidak panik jika memang tidak melakukan hal-hal seperti yang ditulis dalam buku tersebut. 

Syafii mengatakan, jika dilakukan perlawanan dengan melakukan penarikan buku ataupun teror, hal itu justru menunjukkan bukti ketidakdemokratisan pemerintah terhadap kebebasan berpendapat dan kritik. 

"Karena buku itu sudah dicetak, tidak mungkin di-counter. Jangan diteror atau segala macam karena itu bentuk ketidakdemokratisan," ungkap Syafii, Selasa (29/12/2009) di Gedung KPK, Jakarta. 

Menurutnya, tindakan ideal untuk melakukan counter (perlawanan) terhadap buku tersebut adalah dengan membuat buku tandingan yang membantah tudingan tersebut. "Ya harus di-counter dengan buku juga dong," ucapnya.

Ia menilai, terhadap isi buku Membongkar Gurita Cikeas, para pembacalah yang akhirnya memberikan penilaian terhadap tudingan-tudingan tersebut. Segala konsekuensi logis terhadap keabsahan fakta-fakta tersebut, menurutnya, akan diterima oleh si penulis itu sendiri.

"Perkara apakah itu membongkar atau tidak tentang yayasan-yayasan SBY itu kan urusan penulis. Penulis yang dapat konsekuensinya, jadi pemerintah tidak usah panik," pungkasnya. 

Advertorial
»