Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:35 WIB
Ratu Hemas Cari Buku "Gurita Cikeas"
Hindra Liauw | hertanto | Selasa, 29 Desember 2009 | 13:53 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengaku tidak kebagian buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro.

Padahal, peluncuran pertama buku itu berlangsung di Yogyakarta, kota tempat Ratu Hemas dan Sri Sultan Hamengkubuwono tinggal. "Wah, saya tidak kebagian, padahal saya orang Yogya. Namun, nanti saya akan coba cari lagi," ujar Ratu Hemas kepada para wartawan, Selasa (29/12/2009) di Gedung DPD, Jakarta.

Hal tersebut menanggapi pertanyaan para wartawan apakah Ratu Hemas telah membaca buku yang sekarang tengah menuai kritikan itu. Apakah Ratu Hemas setuju jika buku tersebut ditarik?

"Jangan. Jangan membelenggu ide-ide orang. Mereka berhak membuat buku itu. Kalau soal fitnah, tinggal lihat saja faktanya nanti," ujar Ratu.

Ketua DPD Irman Gusman ketika menyampaikan Catatan DPD Menyambut Tahun 2010 berharap substansi buku itu dapat menjadi debat publik yang sehat dan didukung oleh data yang valid, metodis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Senada dengan Ratu Hemas, Irman menentang adanya larangan terhadap penerbitan buku. Jika isi buku itu mengandung fitnah, ada mekanisme penyelesaian yang dapat ditempuh.

Advertorial
»