Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:20 WIB
Presiden Harus Aktif Bicara "Kerja"
Inggried Dwi Wedhaswary | Edj | Selasa, 29 Desember 2009 | 13:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi berbagai "ujian" di awal periode kedua masa pemerintahannya. Setelah kasus yang menyeret dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, belakangan turut mencuat kasus Bank Century yang diikuti desakan penonaktifan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan berpendapat, Presiden lebih aktif menanggapi sinyalemen yang sifatnya personal.

"Presiden lebih aktif ngomong Century. Efeknya seperti memberikan bensin ke dalam api yang mulai muncul. Lihat saja, sambutan di acara Natal saja, ngomong Century. Gaya leadership seperti ini harus digeser," kata Anies dalam Refleksi Akhir Tahun "Rekayasa Indonesia Baru", di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Pada saat Perayaan Natal Nasional, Presiden sempat melontarkan seruan agar tidak melakukan fitnah dan berita bohong. Pernyataan ini bertepatan dengan memanasnya situasi setelah terbitnya buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro.

Anies lantas mencontohkan cara mantan Presiden AS, Bill Clinton, saat menghadapi konflik yang dikaitkan dengan dirinya. Seperti diketahui, Clinton pernah dibelit kasus perselingkuhan dengan seorang wanita, Monica Lewinsky.

"Saat itu, dalam 1 tahun, Clinton menerapkan, tidak menerima pertanyaan dalam konferensi pers. Dia hanya menyampaikan pidato soal hasil kerja pemerintah. Kalau dia banyak bicara soal pribadinya, dia pasti kalah. Politik dan media pasti akan menarik dia ke persoalan Monica, tapi dia hanya bicara soal kerja pemerintah. Siapa yang menang? Presiden!" ujar mantan anggota Tim Delapan ini.

Akibatnya, menurutnya, situasi politik Tanah Air dalam dua bulan terakhir menjadi penuh ketidakstabilan. Padahal, dalam 10 bulan pada tahun 2009, kondisi perpolitikan Tanah Air dinilai cukup baik.