JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (29/12/2009), berulang tahun yang keenam. Tidak ada perayaan meriah yang dilakukan untuk memperingati ulang tahun KPK ini. Meski begitu, KPK mengundang sejumlah tokoh nasional untuk memberikan saran-saran kepada lembaga antikorupsi tersebut.
Sekitar pukul 09.30, sejumlah tokoh pun mulai berdatangan ke Gedung KPK yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, tersebut. Sejumlah tokoh yang sudah datang antara lain mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafiie Maarif, Budayawan Franz Magnis Suseno, Dekan FEUI Firmansyah, dan Rohaniwan Pendeta Andreas.
Kepada wartawan, Syafiie Maarif sempat menyampaikan harapannya kepada KPK. Ia meminta kepada KPK agar tidak berkecil hati meski terus mendapatkan tekanan dalam upayanya memerangi korupsi. Ia menilai, hanya KPK yang saat ini menjadi harapan masyarakat.
"KPK harus punya nyali. Jangan kecil, harus besar. Harapannya tinggal KPK karena kepolisian dan kejaksaan begitu. Kalau KPK kehilangan nyali selesai sudah republik ini," kata Syafiie yang datang mengenakan batik warna coklat.
Para tokoh yang sudah datang tersebut kemudian langsung masuk ke tempat pertemuan yang dilakukan tertutup itu. Sementara itu, sejumlah tokoh lainnya yang juga diundang belum terlihat kedatangannya, antara lain Ketua MUI Amidhan, Ketua PBNU Masdar Masudi, Sosiolog Imam Prasodjo, serta tokoh media, Bambang Harimurti dan Rikard Bagun.
KPK pertama kali terbentuk pada 29 Desember 2003. Kini, KPK sudah melampaui dua periode kepemimpinan, yang pertama dipimpin oleh Taufiqurahman Ruki dan selanjutnya oleh Antasari Azhar yang kini tengah terjerat kasus pembunuhan. Untuk sementara, Ketua KPK dipegang Tumpak H Panggabean.

