Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:34 WIB
Zaenal Bintang Diminta Hormati Ical
| wah | Minggu, 27 Desember 2009 | 22:44 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggagas Kaukus Partai Gokar Zaenal Bintang kembali meminta Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical untuk nonaktif sementara dari jabatannya.. Namun, Wakil Sekjen Golkar yang merupakan Juru Bicara Ical Lalu Mara Satria meminta Zaenal Bintang bisa menghormati Ical yang telah terpilih secara demokratis dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Pekanbaru, Oktober lalu.

Menurut lalu Mara, tidak ada dasarnya meminta Ical mundur dari jabatannya. "Apakah nggak usah didengar. Tapi, kan beliau (Zaenal Bintang) senior. Seharusnya sebagai politisi senior, dia bisa menghormati pak Ical yang telah terpilih secara demokratis kemarin," kata Lalu Mara Satria kepada Persda Network di Jakarta, Minggu (27/12/2009).

Bagi Lalu Mara, perbedaan yang hadir dalam P Golkar adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, seharusnya perbedaan itu tidak diperuncing dengan komentar tandingan.

Zaenal Bintang meminta Ical nonaktif karena yang bersangkutan tersandung masalah penggelapan pajak di tiga perusahaan Bakrie Group. Bagi Zaenal, masalah itu bisa menjadi demoralisasi yang akan membuat citra Partai Golkar semakin anjlok.

Lalu Mara menegaskan, bahwa Ical sudah tidak berkecimpung ataupun mengurusi bisnisnya sejak menjabat sebagai menteri 2004 silam. Lagi pula, perusahaan yang sedang diusut pajaknya oleh Ditjen Pajak Depkeu adalah perusahaan terbuka atau public company, yang notabene-nya dikelola manajemen masing-masing perusahaan secara profesional. "Sebagai perusahaan terbuka, tentu mengendepankan i, terbuka, dan transparansi," tandasnya.

Ia menambahkan, adanya tudingan penggelapan pajak tiga perusahaan Bakrie Group belum tentu benar. Selain itu, pihak perusahaan yang dituding menggelapkan setoran pajak itu sendiri telah menjelaskan masalah secara gamblang kepada otoritas Pasar Modal. "Itu urusan perusahaan. Tudingan itu tidak benar," tukasnya. (Persda Network/COZ)