Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00:26 WIB
Penggagas Kaukus Golkar Bersih Desak Ical Mundur
| wah | Minggu, 27 Desember 2009 | 18:20 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggagas Kaukus Golkar Bersih Zaenal Bintang kembali meminta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical segera mengundurkan diri dari jabatannya untuk sementara waktu.

Menurut Zaenal, penggelapan pajak yang dilakukan tiga perusahaan milik Bakrie Group sebagaimana tengah diusut Ditjen Pajak Depkeu telah membuat citra Golkar makin terpuruk, baik di mata masyarakat maupun pendukung partai pohon beringin itu.. Menurutnya, jika Golkar masih bertahan di bawah kepemimpinan Ical, maka masa depan Golkar makin suram dan citranya pun makin dipertanyakan publik.

"Aburizal harus nonaktif sementara. Dia harus berjiwa satria dan sadar diri mengundurkan diri," kata Zaenal Bintang di kediaman mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, Jakarta Selatan, Minggu (27/12/2009).

Politisi senior Partai Golkar ini merekomendasikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono yang kini menjabat sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat untuk menggantikan Ical. Menurutnya, pergantian tidak memerlukan mekanisme partai, karena hal itu akan memerlukan waktu dan membuang-buang biaya.

"Kalau Ical diganti, menurut saya Agung Laksono layak menggantinya. Dia harus mengundurkan diri dengan jiwa satria, jadi tidak perlu mekanisme kepartaian lagi," paparnya..

Pria asal Makkasar ini menilai Agung Laksono mumpuni menggantikan Ical karena tiga modal yang ia miliki. Pertama, Agung merupakan kader Golkar sejati. Kedua, ia memiliki massa pendukung (internal Golkar) yang cukup besar. Dan ketiga, posisi Agung lebih kuat dibanding Ical karena dirinya kini merupakan anggota kabinet.

Agung Laksono pernah memimpin organisasi pendiri Partai Golkar, Kesatuan Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957. Kosgoro merupakan satu dari tiga organisasi masyarakat pendiri Partai Golkar. Dua organisasi masyarakat pendiri Partai Golkar lainnya adalah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Agung sendiri terang-terangan pernah menyatakan keinginanannya memangku tahta tertinggi Partai Golkar itu pada pertengahan Juli lalu. (Persda Network/COZ)