JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota panitia pengarah Kongres III PAN Agus Sarwanto menilai aksi kampanye hitam (black campaign) yang menyerang salah satu kandidat Ketua Umum PAN Hatta Rajasa makin liar menjelang dekatnya pelaksanaan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN).
"Ya, aksi kampanye ini kelihatannya makin liar. Kita sudah menghadapi black campaign tentang Hatta Rajasa di lapangan. Mestinya kalau mau meraih dukungan, lakukanlah dengan fair dan jujur," katanya di Jakarta, Minggu (27/12/2009). Hatta Rajasa saat ini menjabat sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Menurut dia, persaingan antarkandidat di Kongres III PAN yang rencananya akan digelar pada Januari 2010 harus dilakukan dengan kompetisi adu program bukan dengan menghalalkan segala cara. "Jadi ada indikasi tim sukses lain melakukan segala cara untuk merebut simpati pemilih termasuk memakai cara-cara kampanye hitam," tambahnya.
Namun, Agus tidak menuding siapa pelaku kampanye hitam itu. Hanya saja, dia menunjukkan bagaimana Tim Sukses Dradjad H Wibowo dianggap sudah masuk kategori melakukan hal itu terhadap kandidat lawannya.
"Ada kampanye hitam dari kelompoknya DW bahwa HR ini membiayai partai dari dana Bank Century," ujar kandidat Doktor Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia itu.
Agus mencontohkan pada saat deklarasi di beberapa wilayah, Hatta Rajasa disindir oleh mereka dengan mengatakan bahwa PAN tidak mau dibiayai dengan dana-dana Century. "Statement itu menunjukkan pernyataan yang bersayap dan ingin mencitrakan kepada Hatta Rajasa yang menjadi bagian dari pemerintahan saat ini," tegasnya.
Padahal, kata Agus lagi, itu tidak benar karena sudah ada klarifikasi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa memang tidak ada keterlibatan Hatta Rajasa.
"Jelas, klarifikasi PPATK dan BPK menjadi bukti Hatta tak terlibat, tapi kampanye hitam itu menyebabkan menjadi kontraproduktif bagi semua pengurus di daerah maupun di pusat?" katanya.
Yang jelas, kata Agus lagi, untuk membuktikan isu tersebut harus menunggu keputusan Pansus. Tidak bisa kongres itu dijadikan justifikasi pendapat. "Kalau memang mereka kemudian merasa punya data itu silakan dibuktikan. Kita juga ada datanya, tetapi kami masih menunggu proses yang masih berlangsung," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Tim Sukses Dradjad Wibowo, yang juga anak kandung Amien Rais, Hanafi Rais, membantah statement yang telah dilontarkan oleh salah seorang anggota SC kongres tersebut. "Tidak benar itu ada kampanye hitam," tandasnya.
Menurut dia, Tim Dradjad Wibowo sama sekali tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan kampanye hitam tentang hal tersebut. "Kami semua menjunjung tinggi fair play. Saya khawatir isu tersebut sengaja dimunculkan oleh pihak tertentu untuk memecah belah PAN," dalihnya.

