JAKARTA, KOMPAS.com - Pesan Natal 2009 "Bertumbuh Menjadi Pembawa Damai", harus dimaknai tumbuhnya rasa kebersamaan dan bersikap baik antar sesama umat manusia. Hal itu dikatakan Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja terkait pesan Natal tahun ini, dalam jumpa pers seusai memimpin Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (25/12/2009).
"Pesan Natal kali ini, mari bersikap baik pada semua tanpa membedakan suku, agama dan situasi kemasyarakatan. Pesan ini tepat bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun dan mendukung semangat pluralis," kata Julius Kardinal.
Perbedaan, lanjutnya, harus dilihat sebagai kekayaan. "Perbedaan jangan dilihat sebagai unsur yang mengacaukan," ujarnya.
Peristiwa percobaan perusakan gereja beberapa waktu lalu, menurutnya, hanya merupakan gejala kecil dari gejala membaiknya persaudaraan antar agama. Meskipun, ia mengakui masih ada pihak-pihak yang tak sepaham dengan kerukunan antar umat beragama. "Ini yang kita perjuangkan. Balas membalas hanya kelanjutan dari kuasa kegelapan. Maka kita menanggapinya dengan damai," kata Julius Kardinal.
Kepada umat Nasrani, Julius Kardinal berpesan agar meniru sikap Allah yang berbuat baik pada siapa saja.

