JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur (69) dijadwalkan menjalani cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM setibanya di Jakarta, Jumat (25/12/2009).
Ajudan pribadi Gus Dur, Bambang Susanto, saat dimintai konfirmasi pada Jumat ini, mengatakan bahwa kondisi Gus Dur sudah membaik dan segera menjalani cuci darah rutin di RSCM.
"Cuci darah ini rutin dilakukan beliau setiap hari Jumat, jadi tidak terkait masuknya beliau di RS Jombang, Kamis (24/12/2009) malam," kata Bambang.
Gus Dur masuk rumah sakit di Kabupaten Jombang, Jatim, setelah melakukan ziarah ke makam KH Bisri Syamsuri dan mengunjungi beberapa pesantren di Jombang, Kamis malam.
Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, KH Fadlullah Malik, yang turut mendampingi Gus Dur, mengatakan bahwa kondisi Gus Dur memang sedang sakit dan mengalami penurunan kadar gula darah.
Fadlullah mengatakan, setelah berziarah ke makam pendiri Pesantren Denanyar, yang juga salah satu tokoh pendiri NU, KH Bisri Syamsuri, Gus Dur berencana pergi ke Pesantren Tambak Beras.
Namun, sebelum berziarah ke makam Kiai Fatah, kesehatan Gus Dur menurun. "Gus Dur memang sering sakit seperti ini. Mudah-mudahan saja, Gus Dur cepat diberi kesembuhan oleh Allah," katanya.
Sejak berangkat ke Jombang, kata Fadlullah, kesehatan Gus Dur sudah menurun. Bahkan, saat berangkat dari Jakarta, mantan Presiden RI itu sempat dirawat di rumah sakit.
"Saat dirawat di rumah sakit Jakarta, tiba-tiba Gus Gur minta diantar ziarah ke Rembang, Jawa Tengah, dan Jombang. Usai dari Rembang belum ada kejanggalan," katanya.
Namun, lanjut Fadlulah, usai ke Pondok Pesantren Tambak Beras, sekujur tubuh Gus Dur dingin. "Akhirnya kami berinisiatif membawa Gus Dur ke RSUD Jombang," katanya.

