Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:30 WIB
Uskup Agung Ajak Umat Beragama Jaga Perdamaian
Inggried Dwi Wedhaswary | hertanto | Jumat, 25 Desember 2009 | 10:27 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja menyatakan apresiasinya atas perayaan Natal yang berlangsung damai. Uskup menilai hal itu berkat dukungan pengamanan dari pihak kepolisian dan masyarakat.

Apresiasi tersebut diungkapkan Uskup di awal homili (khotbah) dalam Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (25/12/2009).

 

"Sudah sejak lama kita merasakan damai, di mana para penjamin keamanan harus bekerja di saat pesta keagamaan. Seperti diberitakan, Polda Metro Jaya menyiapkan 7.300 personel di sekitar 1.200 gereja tempat umat merayakan kebaktian dan misa malam Natal. Terima kasih kepada aparat keamanan dan pemerintah," kata Julius Kardinal.

 

Dia mengatakan, dukungan keamanan dalam perayaan hari besar keagamaan merupakan bagian bersikap baik pada sesama manusia. "Tapi, tentunya kita umat beragama sendiri merasa malu, termasuk kami sendiri, karena itu menunjukkan kami umat beragama yang berbeda belum mampu membangun persaudaraan sebagai umat Allah yang sama-sama dikasihi Allah yang baik kepada semua orang tanpa kecurigaan satu terhadap yang lain," ujar Julius Kardinal.

 

Karena itu, tema Natal 2009 "Bertumbuh Menjadi Pembawa Damai", dinilainya tepat untuk melahirkan sikap dan perilaku yang baik kepada semua orang, apapun agama dan bangsanya.

 

"Pesan Natal ini tak lain kecuali pesan sikap pluralis yang sedang kita bangun bersama. Masyarakat kita yang majemuk ini sudah memastikan mau membangun satu nusa, bangsa Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dengan Pancasila sebagai roh dan semangat dasarnya," ungkapnya.

 

Di salah satu bagian khotbahnya, Julius Kardinal juga sempat menyatakan apresiasi kecaman para pemuka agama atas perusakan terhadap Gereja St Albertus, Bekasi, pekan lalu.

Advertorial
»