Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:51 WIB
Sri Mulyani: "Bail Out" Century Keputusan Terbaik
| Edj | Kamis, 24 Desember 2009 | 10:15 WIB
|
Share:

ANTARA/WIDODO S JUSUF
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat bersiap memberikan keterangan kepada pers di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Minggu (13/12). Sri Mulyani membantah adanya percakapan antara dirinya dan pemegang saham Bank Century, Robert Tantular.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, penyelamatan Bank Century oleh pemerintah dan Bank Indonesia adalah keputusan terbaik. Tujuan penyelamatan itu telah terwujud.

Sri Mulyani membeberkan, ada beberapa indikator yang mendasari putusan penyelamatan Bank Century. Misalnya, harga Surat Utang Negara (SUN) anjlok. Cadangan devisa juga turun drastis dan itu mengindikasikan terjadinya capital flight.

Saat itu, rupiah terdepresiasi dari sekitar Rp 9.840 menjadi Rp 12.100 per dollar AS, perbankan kekeringan dana yang menyebabkan pinjaman antar-bank berhenti sama sekali, dan likuiditas di pasar perbankan mengering. "Situasi ekonomi ketika itu runyam," ucapnya ketika berkunjung ke Kontan, Rabu (23/12/2009).

Sri Mulyani menegaskan, dana Rp 6,7 triliun yang digelontorkan untuk Bank Century tidak sebanding dengan risiko jika timbul rush dana di bank. "Dana masyarakat di perbankan saat itu mencapai Rp 2.000 triliun," katanya.

Meski belakangan dana penyelamatan Bank Century membengkak dari jumlah awal yang disepakati rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) senilai Rp 632 miliar, Sri tidak menyesal. "Sebab, biaya yang harus kita tanggung seandainya benar terjadi krisis akan jauh lebih besar," katanya. Sri menegaskan, buah kebijakan menyelamatkan Bank Century saat ini terbukti ampuh lantaran perbankan selamat dari krisis.

Rencananya, Pansus Hak Angket Bank Century bakal meminta keterangan dari Menkeu pada 12 atau 13 Januari mendatang. Yohan Rubiyantoro, Lamgiat S, Epung S/Kontan)

Sumber :
KONTAN