Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00:13 WIB
Karpet Merah Merona
| jimbon | Rabu, 23 Desember 2009 | 06:54 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Boediono memberikan sumpah sebelum memberikan keterangan di hadapan pansus angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

TERKAIT:

KOMPAS.com - Karpet merah selalu mengundang perhatian. Dalam acara Academy Awards, di karpet merah itulah para selebritis selalu mempertontonkan pesonanya. Dalam upacara formal kenegaraan, di sana juga para kepala negara menapakkan kakinya.

Karpet merah juga digelar Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 22 Desember 2009, untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono yang diperiksa terkait pengucuran dana talangan ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun saat menjabat Gubernur Bank Indonesia.

Sebelumnya, sudah dua lembaga negara diundang Panitia Khusus Angket Kasus Century, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tak ada yang digelar karpet merah.

Sebelumnya juga sudah beberapa pejabat diundang, mulai dari mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang saat ini masih dihukum di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin sampai mantan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution dan Miranda S Goeltom. Juga tak ada satu pun yang digelar karpet merah.

Dalam sistem presidensial, posisi wakil presiden dan presiden memang sangat sentral. Terlebih lagi, setelah amandemen konstitusi, keduanya dipilih secara langsung oleh rakyat. Sedemikian kuatnya lembaga kepresidenan, di orde sebelumnya bahkan menjadi lembaga yang tak bisa disentuh.

Kehadiran Boediono memenuhi undangan Panitia Angket DPR, kemarin, paling tidak menghancurkan kesakralan yang sudah lama dibangun penguasa di negeri ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun selalu menampik undangan DPR untuk memberikan keterangan saat DPR menggunakan hak interpelasi.

Dengan rendah hati, Boediono menghargai DPR. Senyum dan jabatan tangan hangat pun diberikan Boediono sesampainya di DPR begitu disambut Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan melangkah bersama di karet merah.

Menurut Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, keinginan Boediono untuk menjelaskan kasus Century kepada rakyat dan menyelesaikan persoalan ini secepatnya, bukan basa-basi.”Apa yang dilakukan Pak Boediono sebuah pendidikan politik bagi rakyat karena datang ke rumah rakyat,” ucapnya.

Panitia Angket DPR tidak salah menggelar karpet merah. Boediono pun sangat tepat melangkah di atasnya karena memberikan pesona.(SUTTA DHARMASAPUTRA)

Sumber :
Kompas Cetak