Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:32 WIB
Laporan Masyarakat soal Jaksa Meningkat
| jimbon | Rabu, 23 Desember 2009 | 06:47 WIB
|
Share:

YUNIADHI AGUNG
Kelompok Sahabat Munir mengenakan topeng saat menuju Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, untuk menggelar aksi damai memperingati hari kelahiran aktivis hak asasi manusia, Munir, Selasa (8/12).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang Januari sampai dengan 21 Desember 2009, tercatat 431 laporan masyarakat mengenai kinerja dan perilaku jaksa serta pegawai kejaksaan yang disampaikan kepada Komisi Kejaksaan. Dari laporan itu, sebanyak 284 di antaranya diteruskan kepada Jaksa Agung.

Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun 2008. Pada tahun 2008, Komisi Kejaksaan menerima 427 laporan masyarakat, dengan 251 di antaranya diteruskan kepada Jaksa Agung.

Anggota sekaligus humas Komisi Kejaksaan, Maria Ulfah Rombot, menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (22/12/2009). Menurut Maria, laporan masyarakat ini merupakan barometer. ”Kalau masyarakat sudah merasakan keadilan hukum, laporan masyarakat akan berkurang. Tapi, masyarakat malah banyak melaporkan perilaku dan kinerja jaksa,” katanya.

Perihal kinerja, laporan masyarakat antara lain soal jaksa yang mengajukan kasasi, tetapi tidak membuat memori kasasi, lambatnya eksekusi meski perkara sudah berkekuatan hukum tetap, dan memalsukan vonis. ”Untuk perilaku, antara lain soal pemerasan, intimidasi, dan selingkuh,” kata Maria Ulfah.

Laporan terbanyak berasal dari DKI Jakarta, disusul Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dari 431 laporan sejak Januari hingga 21 Desember 2009, masyarakat adalah pelapor terbesar, yakni 332 laporan. (IDR)

Sumber :
Kompas Cetak