JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century Idrus Marham susah mengambil kesimpulan saat ditanya apa inti kesaksian yang diutarakan mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom, dalam rapat Pansus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009). Jawaban Miranda yang kerap menyatakan "tidak tahu" sempat memancing para anggota Pansus mempertanyakan hal tersebut.
Miranda sendiri bertahan, apa yang ditanyakan anggota Dewan bukan merupakan wilayah kewenangannya. Oleh karena itu, jika Pansus tak mendapatkan jawaban konkret dari pernyataan pejabat di bawah Deputi Gubernur maka akan dilakukan konfrontasi guna memperoleh fakta yang sebenarnya.
"Pada umumnya beliau mengatakan tidak tahu, susah juga. Seringnya melempar ke bawahannya. Nanti akan kita tanya karena pada gilirannya akan memberi kesaksian juga. Kalau bawahannya juga melempar lagi, kita akan konfrontir. Itu teknik pemeriksaan yang akan kita lakukan," kata Idrus, seusai memimpin rapat yang mendengarkan keterangan Miranda Goeltom, Selasa petang.
Saat memberikan keterangan, Miranda sempat mempertanyakan mengapa Pansus hanya memanggil dirinya untuk menggali keterangan. Menurut Miranda, ada sejumlah pejabat lain yang lebih berkompeten untuk memberikan penjelasan mengenai pengucuran Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century. Atas hal ini, Idrus mengungkapkan, pihaknya sudah menjadwalkan memanggil sejumlah pejabat lainnya.
"Yang lain-lain kita panggil juga kok. Orang-orang BI yang paham sejak kasus Bank Century dimulai dari proses merger, FPJP, dan bail out," kata politisi Partai Golkar. Beberapa nama yang masuk "daftar tunggu" Pansus di antaranya Aulia Pohan, Budi Rochadi, Mulyaman, dan Budi Mulya. Aulia sebenarnya dijadwalkan bersaksi malam tadi, tetapi batal karena alasan sakit. Nama-nama ini kemungkinan akan dipanggil setelah berakhirnya masa reses 4 Januari.

