Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:49 WIB
Boediono akan "Dikejar" soal Perannya dalam "Bailout" Century
Inggried Dwi Wedhaswary | mbonk | Selasa, 22 Desember 2009 | 09:32 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia -kini menjabat wakil presiden- Boediono, akan didengar keterangannya di hadapan panitia khusus angket pengucuran dana talangan (bailout) Bank Century Rp 6,7 triliun di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Anggota Pansus Century Bambang Soesatyo mengatakan, Boediono akan dikejar soal perannya dalam pengucuran dana tersebut. Dikatakan Bambang, hal-hal yang akan digali dari Boediono didasarkan pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan adanya pelanggaran dan dugaan rekayasa peraturan BI dalam pengucuran dana tersebut.

"Pak Boediono tentunya akan kita tanyai soal perannya dalam pengucuran dana Century. Soal bailout dan laporan BPK soal dugaan pelanggaran dan rekayasa peraturan BI," ujar Bambang kepada Kompas.com, pagi ini. Selain itu, pansus juga akan menanyakan mengenai urgensi diberikannya talangan untuk Century, terutama soal analisa adanya dampak sistemik jika Century tak diselamatkan.

Selain Boediono, sejumlah Deputi Gubernur Senior BI juga akan didengar keterangannya yaitu Mulyaman Hadad, Budi Rochadi, Hartadi, Budi Mulya, Miranda Gultom, dan Sabar Anton Tarihoran (Deriktur Direktorat Pengawasan Bank I).

Bambang memastikan, keterangan Boediono akan disampaikan pada rapat terbuka. "Pasti terbuka, untuk apa kita tutupi-tutupi," ujar politisi Golkar ini menjawab rumor Boediono akan bersaksi dalam rapat tertutup.

Pemanggilan Boediono yang dijadwalkan pukul 10.00 membuat pengamanan di Gedung DPR, Jakarta, diperketat. Pengamanan berdasarkan pada protokoler kepresidenan. Salah satu yang terlihat mencolok adalah dipasangnya pintu metal detector dan screening barang bawaan bagi mereka yang akan memasuki ruangan pansus.