PEKANBARU, KOMPAS.com — Apa jadinya kalau Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bertemu dengan mantan koleganya sesama Gubernur di Pulau Sumatera. Pertama, Gamawan menjadi sedikit grogi.
Pertemuan Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatera disebutkan oleh Gamawan menjadi pertemuan gubernur se-Sumatera Barat. Maklum, Gamawan adalah mantan Gubernur Sumatera Barat dan para gubernur itu adalah rekan-rekannya yang dahulu sama-sama berjuang untuk pembangunan Pulau Sumatera.
Kedua, secara halus dan nyaris tidak tampak, Gamawan menyentil para koleganya itu. Sebelum Gamawan memberi sambutan, Gubernur Riau Rusli Zainal naik panggung untuk menjelaskan kelanjutan megaproyek yang sudah dicanangkan sejak lama.
Proyek yang disebutkan Rusli antara lain pembangunan jalan tol yang menghubungkan Sumatera, jalur kereta api se-Sumatera, transportasi laut dan udara se-Sumatera, serta beberapa proyek raksasa lainnya.
"Sebenarnya, rencana-rencana pembangunan itu sudah diwacanakan sejak Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi sekarang ini proyek-proyek itu masih berkembang sebatas rencana dan cita-cita," kata Gamawan ketika mendapat giliran.
Menurut Gamawan, persoalan koordinasi memang paling sulit dilakukan oleh para gubernur. Jangankan koordinasi oleh semua gubernur, koordinasi antarprovinsi saja cukup sulit untuk diwujudkan. Gamawan memberi contoh kasus tapal batas antara Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu serta Sumbar dan Riau.
"Sewaktu saya masih menjadi Kepala Seksi di Pemda Sumatera Barat, persoalan itu sudah ada. Sekarang setelah puluhan tahun dan saya sudah menjadi menteri, persoalan itu masih juga belum selesai. Padahal, sudah berapa kali pertemuan dilakukan di Jakarta untuk menyelesaikan masalah itu. Berapa banyak SPPD yang sudah terbuang untuk itu dan tidak juga selesai. Sekarang ini saya menyiapkan Dirjen Pemerintahan Umum untuk menyelesaikan batas itu agar tidak ada lagi SPPD yang keluar," kata Gamawan.
Tentang megaproyek para gubernur Sumatera, menurut Gamawan, memiliki kelemahan mendasar. Keputusan yang sudah diambil oleh para gubernur ternyata tidak diikuti dengan kerja tim teknis yang membuat kajian atau analisis untuk mewujudkan rencana. Akhirnya, ketika dilakukan pertemuan para gubernur se-Sumatera lagi, banyak proyek yang ternyata berjalan di tempat.

