JAKARTA, KOMPAS.com — Para pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, Minggu (20/12), menggelar diskusi membahas skandal Bank Century (BC) dalam tajuk "Quo Vadis Pansus Angket Bank Century".
"Kami melihat adanya upaya pelencengan makna pergerakan rakyat yang menghendaki Pansus Angket Bank Century ini bekerja untuk membongkar berbagai tindak kriminalisasi keuangan negara," tandas Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Arip Musthopa.
Ia menilai, pengalihan isu publik ke arah bisa tidaknya ditindaklanjuti imbauan Pansus Angket BC kepada Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani menonaktifkan diri merupakan cara-cara sistematis memandulkan Pansus.
"Ada upaya sistematis untuk memojokkan Pansus oleh para intelektual yang proneokolonialisme dan kapitalisme (nekolim), di mana antek-antek nekolim ini memang telah merasuk bagai gurita di berbagai institusi, baik itu eksekutif, yudikatif, legislatif, serta di kalangan akademisi sekalipun," ungkap mantan Sekjen Presidium Pusat GMNI Donny Lumingas secara terpisah.
Ia menegaskan, jika upaya membelokkan arah kinerja Pansus itu terus terjadi, akan mendorong parlemen jalanan bergerak.
"Jangan pernah anggap remeh rakyat dengan parlemen jalanannya. Pers juga pasti akan berpihak kepada people power. Itu sudah jadi sejarah di mana-mana," kata Donny Lumingas.

