JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok menyatakan, anggota Fraksi PD yang menjadi anggota Pansus Angket Century lugu dan minim pengalaman berpolitik.
Akibatnya, mereka dimanfaatkan oleh partai-partai politik lainnya yang lebih berpengalaman dalam bermanuver di DPR, sehingga ikut mendukung keputusan Pansus yang mengimbau agar seluruh pejabat yang bakal diperiksa Pansus menonaktifkan dirinya.
"Keputusan yang ikut diambil oleh fraksi dan anggota Partai Demokrat dalam Pansus, Kamis (17/12) lalu, sebenarnya kalau saya boleh berkata jujur, itu karena keluguan anggota saya di Pansus. Sehingga, katakanlah, mereka jadi ikut-ikutan seperti mendukung imbauan itu," kata Mubarok saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/12) malam ini.
Sebelumnya, Mubarok diitanya perihal sikap Fraksi Partai Demokrat di satu sisi sebagai fraksi utama yang mendukung pemerintah, akan tetapi di sisi lain ikut mendukung keputusan Pansus Hak Angket DPR dalam Kasus Bank Century yang mengimbau agar seluruh pejabat yang bakal diperi ksa Pansus Hak Angket dapat menon-aktifkan diri sementara dari jabatannya.
Diakui Mubarok, saat masalah itu dibahas Pansus Hak Angket Bank century, Partai Demokrat berada dalam pilihan yang dua-duanya menyulitkan partai. Akan tetapi, harus diputuskan. Yang satu tidak enak dan yang lainnya sangat tidak mengenakkan.
"Akhirnya, dengan keluguan kami itulah, kami memilih yang sangat tidak mengenakkan," tambah Mubarok.
Di singgung apakah dalih keluguan berpolitik dan minimnya pengalaman partai itu hanya alasan, mengingat wakil Partai Demokrat ikut dengan sukarela menyusun kata per kata saat menyusun imbauan agar pejabat terkait menon-aktifkan diri sementara, Mubarok hanya menjawab, "Ya, itulah keluguan kami."
Namun, lanjut Mubarok, saat penyusunan imbauan itu, Partai demokrat sudah mengetahui bahwa imbauan yang dibuatnya itu sama sekali tidak memiliki dasar hukum dan justru membuat Pansus Hak Angket DPR menjadi akan kurang dihormati.
"Keluguan berpolitik dan minimnya pengalaman partai kami, tidak merugikan partai. Sebab, keluguan kami justru dimenangkan oleh Tuhan. Daripada kelicikan yang cerdas. Buktinya, Presiden Yudhoyono menolak penon-aktifan itu," jelasnya.
Tentang sikap Dewan Penasehat DPP Partai Demokrat, yang juga Presiden Yudhoyono, atas keluguan politik itu, Mubarok mengaku Yudhoyono memakluminya.

