Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:45 WIB
Pansus Century: Biarlah Presiden Yakin dengan yang Dia Yakini
Icha | Abi | Sabtu, 19 Desember 2009 | 11:58 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo (kanan) berbincang dengan beberapa anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR untuk Kasus Bank Century, sebelum rapat konsultasi, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/12).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pansus Century tetap yakin dengan keputusan mereka terkait dengan imbauan penonaktifan Wapres Boediono dan Menteri Keungan Sri Mulyani, meskipun Presiden memutuskan bahwa hal tersebut tidak perlu.

"Silakan Presiden yakin dengan apa yang ia yakini. Kami, Pansus, yakin dengan apa yang kami yakini," ujar anggota Pansus Century, Maruarar Sirait, seusai menjadi pembicara dalam seminar Century Gate yang digelar di Wisma Antara Jakarta, Sabtu (19/12/2009).

Maruarar juga menyatakan tidak ada maksud menjatuhkan pihak mana pun dalam imbauan ini. "Ini kan sifatnya imbauan, bagaimana keinginan rakyat agar Pansus tidak 'masuk angin'. Kita juga obyektif saja. Kita lihat saja, bisa enggak tetap menjalankan tugas negara?" ujarnya.

Imbauan Pansus Century untuk menonaktifkan Wakil Presiden dan Menteri Keuangan bertujuan untuk mengoptimalkan tugas panitia angket dalam penyelidikan dan penumpulan data. Maruarar juga menegaskan, imbauan ini bertujuan agar penyelenggaraan tugas negara oleh pihak yang diduga terlibat tetap berjalan lancar.

"Sepanjang penyelenggara negara tidak mampu menjamin tidak terganggunya tugas kenegaraan, panitia angket mengimbau yang diduga terlibat untuk menonaktifkan diri," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kopenhagen, Presiden SBY memutuskan bahwa penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani tidak diperlukan. Presiden juga mengatakan, tidak ada undang-undang yang menjadi dasar penonaktifan.