Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 16:45 WIB
Pengamat: Bohong, Jika PPATK Tak Tahu Soal Aliran Dana ke Parpol!
Abdul Qodir Zaelani | msh | Sabtu, 19 Desember 2009 | 05:19 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Caroline Damanik
Pimpinan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memenuhi undangan Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI, Kamis (17/12/2009). PPATK menyerahkan hasil analisis transaksi keuangan terkait Bank Century yang bersifat rahasia.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargen mengatakan, suatu kebohongan besar jika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak mengetahui adanya dana Bank Century yang mengalir ke partai politik (parpol).

Menurut Boni, lembaga PPATK yang bertugas menganalisasi transaksi perbankan sudah tentu tahu seluruh aliran dana Bank Century. "Seharusnya ada, karena yang mengetahui aliran transkasi ke nama-nama yang katanya mirip anggota parpol adalah PPATK. Kalau dia nggak tahu, itu kebohongan besar," kata Boni Hargen, Jumat (18/12/2009) malam .

Sebenarnya, lanjut Boni, kunci pengusutan skandal Century oleh Pansus Angket Century di DPR adalah PPATK. Jika lembaga tersebut mempunyai keberanian dan kejujuran dalam mengungkap skandal ini, tentu saja ada titik terangnya.

Ia menduga, PPATK berada di bawah tekanan politik yang cukup besar dari pihak-pihak tertentu sehingga PPATK sulit membuka adanya aliran dana Bank Century yang masuk ke alit parpol tertentu. "Saya kira ada tekanan politik sehingga PPATK tidak bisa bekerja secara profesional," katanya.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk tetap memberi dukungan moral dan pengawasan kepada  PPATK agar bisa mempunyai keberanian dan kejujuran mengungkap aliran dana Century yang sebenarnya. Ia juga minta elemen masyarakat untuk tetap memberi pengawasan terhadap kinerja Pansus untuk menghindari adanya kompromi politik antara Pansus dan eksekutif. "Kita harus beri dukungan kepada PPATK," pintanya.

Sumber :
Persda Network