PURWAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono mengingatkan para investor asing agar tidak sekadar menanamkan modalnya di daerah atau sebuah negara, tetapi juga mengakar.
Dengan demikian, investasi yang ditanamkan dapat terus berkembang dan meningkat. Selain dapat memberikan kemajuan dan peningkatan pendapatan tak hanya bagi perusahaan, tetapi juga pekerja, masyarakat di sekitarnya serta daerah dan negara juga ikut menikmatinya.
Harapan itu disampaikan Wapres Boediono saat meresmikan perluasan pabrik mobil milik PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang bekerja sama dengan PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMI) di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (17/12/2009) lalu.
"Cobalah, tanamkan dan ciptakan investasi dalam negeri dengan industri yang mengakar dan memiliki basis dengan dukungan industri yang penuh dari pemerintah seperti infrastruktur," tandas Boediono.
Menurut Boediono, industri apa pun, termasuk otomatif, akan dapat terus bertahan jika memiliki akar yang kuat dengan tenaga kerja lokal yang intensif dan pasar yang sangat luas.
Dikatakan Boediono, industri otomotif pada tahun-tahun mendatang akan menempati posisi yang penting mengingat infrastruktur perhubungan akan segera dibangun secara optimal oleh pemerintah.
Adapun mengenai kongsi dua perusahaan otomotif dalam satu wadah, Boediono menyebutnya sebagai perkembangan baru di antara produsen otomotif utama dalam negeri.
"Inilah yang ditunggu, yaitu kerja sama yang menghasilkan perluasan pabrik di dalam negeri kita. Ini merupakan kunci untuk mencapai sasaran pertambahan ekonomi dan pendapatan pegawai serta daerah dan negara," lanjut Boediono.
Boediono menegaskan, ini juga bukti bahwa Indonesia semakin kondusif. "Akan tetapi kita harus menjadi tuan rumah yang baik sesuai dengan aturan sehingga akan semakin banyak investasi yang masuk kembali. Jangan sampai ada pungutan-pungutan yang merugikan kita lagi, beri perizinan yang cepat dan lindungi usaha-usaha mereka," kata Boediono.
Pekerja Indonesia dipuji
Sebelumnya, mengutip pernyataan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri saat bertemu dengannya beberapa hari sebelumnya di Istana Wapres, Boediono mengatakan, tenaga kerja Indonesia mendapatkan pujian dari investor Jepang sebagai tenaga kerja yang baik, loyal, dan produktif. Asalkan, tenaga kerja Indonesia diperlakukan dengan baik dan proporsional.
Sementara dalam siaran pers yang dibagikan kepada pers disebutkan, perluasan pabrik truk dengan merek Dyna dan lainnya itu dibangun dengan kerja sama HMMI dan TMMI.
Keduanya berbagi saham sebanyak 10 persen untuk TMMI yang diwakili PT Indomobil Sukses Internasional Tbk dan HMMI sebanyak 90 persen dengan nilai 64,8 juta dollar AS.
Disebutkan lagi, dengan penambahan modal, pabrik kendaraan niaga yang berdiri sejak 1982 tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi mobilnya dari 10.000 unit menjadi 35.000 unit. Di awal berdirinya, Hino yang berada di Indonesia sejak 1982 membangun pabrik dengan dana investasi senilai 5 juta dollar AS.
Dalam peresmian itu, Boediono didampingi sejumlah menteri, di antaranya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi M Ikhsan, dan Staf Wapres Bidang Media Massa Yopie Hidayat.
Hadir pula Presiden PT Hino Motor Ltd Yoshio Shirai dan President Toyota Motor Asia Pasific dan Managing Officer Toyota Motor Corporation Japan Mitsuhiro Sonoda.
