JAYAPRA, KOMPAS.com — Sangat disayangkan massa yang mengaku simpatisan berkabung Kelly Kwalik menghancurkan kamera milik wartawan Suara Pembaruan, Robert Isidorus Vanwi, Jumat (18/12/2009) di Makam Theys Sentani Jayapura.
Sebagian besar massa yang berasal dari Komite Nasional Papua Barat itu merebut kamera SLR Canon 40D hingga lepas lensa. Tak puas dengan itu, massa juga dengan anarkis membanting kamera seharga Rp 10-an juta itu ke beton depan areal makam.
Saat kejadian, Robert sedang mengambil gambar arak-arakan massa yang membawa spanduk hitam. Tiba-tiba, salah satu dari massa memprovokasi sehingga melarang wartawan meliput. Belum sempat wartawan keluar dari areal makam, massa mengeroyok Robert dan merampas kameranya serta membantingnya.
Aksi brutal ini sangat disayangkan dan sama sekali tidak mengundang simpati. Menurut rencana, kejadian ini akan dilaporkan ke Polres Jayapura. "Ini tak bisa dibiarkan. Mereka sangat anarkis, harus diproses hukum. Ini hak kita sebagai warga negara," ujar seorang wartawan.
Massa yang berjumlah sekitar 50 orang itu diduga mengamuk karena jengkel orang-orang Papua yang berada si sekitar lokasi tidak mau diajak beraksi. Mereka beraksi untuk mengiringi pengiriman kembali jenazah Kelly Kwalik dari Jayapura ke Timika seusai diotopsi. Jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat carter Susi Air. Kini jenazah dalam perjalanan ke Timika.
