JAKARTA, KOMPAS.com — Pangkat selalu mengiringi jabatan, bukanlah sekadar penghargaan atau pengakuan, melainkan lebih substantif. Pangkat merupakan amanah dari institusi TNI, bangsa, dan negara. Demikian yang dikatakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso saat memberikan wejangan dalam upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat 19 Perwira Tinggi TNI, di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (17/12/2009).
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, pangkat memiliki dimensi struktural sebagai lambang kepercayaan atas tugas dan kompetensi yang dipercayakan kepada personel. Sedangkan sebagai amanah, pangkat atau jabatan memiliki dimensi moral yang mencerminkan tanggung jawab yang lebih besar dan dalam lagi.
Pesan moral terpenting dari setiap amanah adalah tanggung jawab yang mesti ditunaikan dengan lunas baik kepada diri sendiri, keluarga dan organisasi TNI, maupun kepada bangsa, negara, dan lebih utama lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Saya berharap kepada para jenderal, laksamana, dan marsekal mampu meningkatkan komitmen tugas dan pengabdian sesuai dengan tanggung jawab pangkat yang disandang." "Lebih dari pada itu, dengan jabatan yang dipangku bisa menjadikan lebih solid, profesional serta dapat menyukseskan tugas pokok TNI," tambahnya.
Adapun 19 perwira tinggi (Pati) yang diterima laporan kenaikan pangkatnya oleh Panglima TNI terdiri dari 11 orang Pati TNI AD, 5 orang Pati TNI AL, dan 3 orang Pati TNI AU.
Pelaporan kenaikan pangkat tersebut dihadiri oleh Kasad Jenderal TNI George Toisutta, Kasau Marsdya TNI Imam Sufaat, Kasum TNI Laksdya TNI Y Didik Heru Purnomo, Wakasal Laksdya TNI Moekhlas Sidik, Irjen TNI Letjen TNI Liliek AS Sumaryo, SIP, Dansesko TNI Marsdya TNI Edy Harjoko, Kapuspen TNI Marsda TNI Sagom Tamboen, SIP, para Asisten Panglima TNI serta pejabat tinggi di lingkungan Mabes TNI dan masing-masing Angkatan.

