SANAA, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Yaman menewaskan sedikitnya 28 militan Al-Qaeda dan menangkap 17 orang lain dalam sebuah operasi pertempuran yang berlangsung Kamis. Saksi mata mengatakan, beberapa warga sipil tewas dalam serangan terhadap lokasi yang diduga menjadi kamp latihan Al Qaeda di bagian selatan provinsi Abyan.
Pejabat Departemen Pertahanan mengungkapkan, penggerebekan juga dilakukan di ibukota Sanaa dan distrik Arhab. Sediktinya 13 militan ditangkap dalam penggerebekan di ibu kota. Penyerangan dengan dukungan kekuatan tempur udara juga menyerang beberapa lokasi AlQaeda di Arhab. Di sana ditemukan seseorang mempersiapkan serangan bunuh diri di Yaman dan merusak fasilitas asing. Di lokasi ini, pasukan yaman menembak mati empat militan dan menangkap empat orang lainnya.
Pasukan keamanan Yaman menargetkan lokasi yang digunakan sebagai kamp latihan Al-Qaeda di Desa Abyan Al-Maajala, sekitar 480 kilometer (300 mil) tenggara Sanaa. "Antara 24 dan 30 Al-Qaeda, termasuk orang asing, tewas saat pelatihan," kata pejabat.
Saksi di Al-Maajala kepada AFP menuturkan, sekitar 50 orang tewas dalam serangan, termasuk sejumlah warga sipil.
Sebuah Laporan Human Rights Watch (HRW) yang diterbitkan awal minggu menuduh kekuatan Yaman telah memperluas penyalahgunaan terhadap pengunjuk rasa di selatan Yaman, melanggar hukum termasuk pembunuhan, penahanan sewenang-wenang dan pemukulan.
Juru bicara pemerintah Hassan al-Lawzi sebagaimana dikutip kantor berita Saba menyatakan informasi yang diperoleh WRW tersebut tidak benar. Mereka diduga mendapatkannya dari musuh para oposisi dan musuh pemerintah. "Ini adalah perilaku tidak bermoral, yang harus dijelaskan oleh organisasi," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, daerah Abyan, menjadi lokasi kegiatan kelomok militan Islam, termasuk tahun 1980-an ketika tentara Afganistan melawan pendudukan Soviet.
Yaman Selatan merdeka setelah Inggris menarik kekuasaannya pada tahun 1967. Yaman adalah tanah air leluhur Al Qaeda Osama bin Laden dan telah menjadi ajang beberapa serangan yang diklaim oleh kelompok misi asing, lokasi wisata dan instalasi minyak.
