JAKARTA, KOMPAS.com — Buku hasil ngeblog di Kompasiana kembali diluncurkan, Kamis (17/12/2009) di Airman Planet Lounge, Hotel Sultan, Jakarta. Peluncuran buku berjudul Awas Ketabrak Pesawat Terbang karya mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim ini bersamaan dengan perayaan ulang tahun Chappy yang ke-62. Buku terbitan Grasindo ini merupakan kelanjutan dari buku Cat Rambut Orang Yahudi yang terbit Agustus lalu.
Pada kesempatan yang sama, Chappy Hakim juga meluncurkan buku berjudul Tanah Air dan Udaraku Indonesia yang berisi kumpulan tulisan yang pernah diterbitkan di beberapa majalah dan surat kabar, termasuk di harian Kompas. “Hari ini saya sengaja meluncurkan dua buku sekaligus. Satu hasil tulisan saya di media cetak, lalu satu lagi hasil saya ngeblog di Kompasiana,” kata Chappy Hakim.
Hadir dalam acara tersebut, beberapa pejabat, tokoh, dan anggota DPR, seperti Ketua DPD Irman Gusman, anggota DPR Tantowi Yahya, mantan Panglima TNI Hendriartono Sutarto, mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar yang hadir menemani suami tercinta yang hari itu juga merayakan ulang tahun bersama Chappy Hakim.
Buku Awas Ketabrak Pesawat Terbang berisi catatan dan tulisan ringan sarat kritik seputar dunia penerbangan Indonesia. Judul buku diambil dari judul satu artikel yang bercerita tentang tertabraknya tiga petani oleh pesawat Sriwijaya Air di dekat bandara Sultan Thaha, Jambi. Buku ini disusun ke dalam beberapa tema, seperti penerbangan, teknologi, tokoh, dan politik.
Pada acara bedah buku, pengamat hukum Pradjoto yang bertindak selaku pembedah mengungkapkan kekagumannya terhadap buku ini, yang beberapa tulisannya mampu memberi pengaruh terhadap proses hukum kasus kecelakaan pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto yang menempatkan Kapten Pilot Marwoto sebagai terdakwa. Pasalnya, tulisan Chappy seputar Marwoto digunakan oleh tim pengacaranya untuk membela Marwoto yang saat ini diputus bebas murni oleh Pengadilan Tinggi Yogyakarta
“Saya bisa bilang, Chappy Hakim lewat tulisannya ini telah mengubah pengadilan (terhadap Marwoto),” ujar Prajoto yang disambut tepuk tangan hadirin.
Setelah bedah buku selesai, acara dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun Chappy Hakim dan Agum Gumelar dengan meniup lilin bersama dan memotong kue tar.
Awal Desember lalu, Kompasiana juga mendukung peluncuran buku hasil ngeblog salah seorang anggotanya, Prayitno Ramelan, berjudul Intelijen Bertawaf. Buku karya mantan Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Intelijen ini mengangkat hubungan Intelijen Malaysia dengan serangkaian aksi terorisme di Indonesia yang dimotori oleh dua warga negara Malaysia, Dr Azhari dan Noordin M Top. (Iskandar/Kompasiana)

