Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:41 WIB
Didemo Massa, Wapres Masuk Lewat Pintu Belakang
Suhartono | wsn | Kamis, 17 Desember 2009 | 14:46 WIB
|
Share:

KOMPAS/ Christoporus Wahyu Haryo P
Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai elemen berunjuk rasa menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/12). Mereka menuntut Presiden mengusut tuntas skandal Bank Century dan menonaktifkan Boediono dari jabatan Wakil Presiden karena diduga terlibat dalam kasus itu. Dalam aksinya, mahasiswa membakar foto Boediono.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Karena ada aksi massa di depan Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (17/12/2009) ini, Wakil Presiden Boediono terpaksa masuk melalui pintu belakang. Wapres mengambil rute Jalan Kebon Sirih untuk bisa masuk ke Istana sepulangnya dari kunjungan kerja ke Kabupaten Purwakarta dan Karawang Jawa Barat, dalam rangka meresmikan perluasan pabrik truk dan bus serta menyerahkan bantuan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Karawang.

Tak hanya Wapres Boediono—sejak dilantik menjadi Wapres baru pertama kali ini—yang terpaksa lewat pintu belakang. Para menteri yang akan menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Wapres pun mengikuti masuk dari pintu belakang. Dalam catatan Kompas belum pernah seorang wapres masuk ke istananya melalui pintu belakang. Saat masa Wapres Muhammad Jusuf Kalla lalu, meski terjadi aksi demo, Jusuf Kalla selalu lewat pintu depan.

Aksi demo menuntut Wapres Boediono dan Menkeu Sri Muyani agar mundur dari jabatannya sudah berlangsung sejak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember lalu. Keduanya dituduh terlibat kasus penyelamatan Bank Century yang dianggap merugikan keuangan negara. Semula diperkirakan tidak akan ada lagi aksi-aksi serupa di Jakarta apalagi di depan Istana Wapres. Namun, ternyata hampir tiap hari depan Istana Wapres menjadi langganan aksi demo.

Menurut seorang pejabat di lingkungan Istana Wapres, mulanya demo berlangsung sejak pukul 10.00 pagi dan hanya dihadiri sekitar 150 orang. Namun, menjelang kepulangan Boediono ke Jakarta, massa yang terkumpul makin banyak. Jumlah mereka menjadi sekitar 500 orang. Peserta demo, yang tadinya beraksi di Departemen Keuangan dan di depan Istana Merdeka, berkumpul menjadi satu di depan Istana Wapres.

Hingga kini teriakan-teriakan agar Boediono dan Sri Mulyani mundur masih terdengar sayup-sayup sampai ruang sidang paripurna yang berada di Gedung Istana Wapres II.