JAKARTA, KOMPAS.com - Sesi ketiga Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI, Rabu (16/12/2009) malam dihujani keraguan dari anggota Pansus dari Fraksi Demokrat terhadap laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Mulai dari pertanyaan Anas Urbaningrum, Achsanul Kosasih hingga Benny K Harman menilai audit BPK 'kacangan'. Anggota Pansus yang lain tampak berang karena sikap Demokrat sementara sebelumnya mayoritas anggota Pansus memuji hasil audit investigasi BPK ini.
Bahkan Benny dan Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun sempat adu mulut. Anggota Pansus Akbar Faisal dari Fraksi Hanura segera menengahi dengan melontarkan peringatan keras yang mengarah kepada anggota Pansus dari Fraksi Demokrat yang berjumlah delapan orang.
"Saya ingin mengungatkan teman-teman di sini, pembentukan Pansus ini dibentuk dengan temuan pelanggaran BPK. Jadi kita setuju dengan materinya. Kalau ada kata-kata yang membantah audit BPK, saya meragukan Anda ada di pansus ini," ujarnya.
Sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan anggota Pansus dari Fraksi Demokrat memang terlihat meremehkan laporan audit investigasi BPK. Politisi Demokrat Achsanul Kosasih bahkan dengan gamblang mengatakan laporan audit BPK tak memenuhi standar pemeriksaan.
"BPK langsung berkesimpulan. Kedua, BPK tak mencantumkan hasil temuan semua untuk dimintai tanggapan dari auditi. BPK minta tanggapan ke LPS. Temuan BPK empat hal, kepada LPS hanya dimintai tanggapan untuk dua hal. Buktinya temuan nomor tiga tidak ditanya ke LPS tentang Peraturan LPS dan tidak ditanggapi. Ini fatal," kata Achsanul.
