Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:25 WIB
Sri Mulyani Dipanggil Pansus Pascareses
Caroline Damanik | made | Selasa, 15 Desember 2009 | 17:46 WIB
|
Share:

ANTARA/WIDODO S JUSUF
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat bersiap memberikan keterangan kepada pers di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Minggu (13/12). Sri Mulyani membantah adanya percakapan antara dirinya dan pemegang saham Bank Century, Robert Tantular.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai rapat konsultasi Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI dengan perwakilan fraksi di Gedung DPR RI, Selasa (15/12/2009), Pansus belum memutuskan memanggil Menkeu Sri Mulyani dalam waktu dekat. Hanya nama sejumlah petinggi Bank Indonesia, termasuk Boediono, yang akan dipanggil sebelum Pansus libur mulai 23 Desember. "Belum, belum akan dipanggil," ujar Ketua Pansus Idrus Marham.

Dengan demikian, jadwal pemanggilan Menkeu yang berperan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam upaya penyelamatan Bank Century baru akan dilakukan pascareses atau setelah 4 Januari 2009.

Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun mengatakan bahwa sebelum 23 Desember ini, Pansus akan menyelesaikan pemanggilan sejumlah mantan pejabat BI yang terkait merger Bank Century periode 2004-2005 dan mantan pejabat BI terkait rekomendasi Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP).

Setelah itu, lanjut politisi PDI-P ini, Pansus akan memanggil pihak yang terkait proses penetapan dan penggelontoran dana bail out, seperti Menkeu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Pansus juga menilai perlu memanggil mantan Direksi Bank Century dan direksi Bank Mutiara yang dulu dikenal sebagai Bank Century serta para deposan dan nasabah Bank Century. Gayus mengatakan, Pansus juga merencanakan pemanggilan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk dimintai keterangan.

Nama mantan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi (UP3R) Marsilam Simanjuntak tidak disebut. "Kalau pada gilirannya perlu, Pak Marsilam akan kita panggil untuk melengkapi data-data yang kita perlukan," kata Idrus.