Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:38 WIB
Masih Khawatir Century, Rupiah Turun Dekati Rp 9.500
| Edj | Selasa, 15 Desember 2009 | 10:09 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staff at the foreign exchange service in Kwitang, Jakarta, serve a customer

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Selasa (15/12/2009) pagi, kembali turun mendekati angka Rp 9.500 per dollar AS karena pelaku pasar masih aktif melepas rupiah, masih khawatir dengan stabilitas politik di dalam negeri yang kurang nyaman.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Selasa, mengatakan, berlanjutnya aksi lepas rupiah itu karena pelaku pasar masih khawatir dengan kasus Bank Century yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. "Apabila pelaku pasar masih terus melepas rupiah, diperkirakan mata uang lokal itu akan dapat menembus Rp 9.500 per dollar AS," ucapnya.

Menurut dia, Bank Indonesia kemungkinan akan turun ke pasar melakukan intervensi agar tekanan terhadap rupiah bisa berkurang. "BI kemungkinan akan melepas cadangan dollar AS untuk menahan tekanan pasar yang makin kuat," ucapnya.
    
Rupiah, kata dia, seharusnya menguat karena dollar AS di pasar regional melemah terhadap mata uang Asia akibat krisis Dubai melemah. "Dengan melemahnya dollar AS, bursa Wall Street cenderung membaik yang mengimbas pasar regional," tuturnya.

Ia mengatakan, kondisi pasar eksternal yang positif diharapkan akan dapat memicu rupiah menguat pada sore nanti. "Kami optimistis rupiah akan kembali membaik karena faktor positif eksternal akan berpengaruh terhadap kondisi pasar uang domestik," ucapnya.

Apalagi, Indonesia dinilai masih merupakan pasar potensial untuk digarap lebih jauh. Karena itu, peluang rupiah untuk menguat masih cukup besar. "Indonesia merupakan negara Asia ketiga yang pertumbuhan ekonominya terus membaik setelah China dan India," ujarnya.

Sumber :
KONTAN