Kamis, 24 April 2014

News / Nasional

Bambang Soesatyo: Saya Siap Dibui

Senin, 14 Desember 2009 | 16:12 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Tanpa ragu Bambang Soesatyo menyatakan "pasang badan" dirinya siap dibui demi skandal aliran dana ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun bisa terungkap.

Salah seorang anggota Pansus yang kini sudah resmi bernama Pansus Kasus Bank Century, yang tak lain politisi Partai Golkar ini, kemudian kembali meyakini atas apa yang diungkapkan, adanya percakapan antara Menkeu Sri Mulyani dengan salah satu pemegang saham Bank Century, Robert Tantular.

"Dan saya tetap yakin rekaman itu ada dan akan dibuka dalam Pansus Hak Angket Bank Century. Sampai saat ini, saya belum mendapat (ancaman) apa-apa. Kalau sampai disomasi saya siap, dipenjara saya juga siap. Yang terpenting, kejahatan ini terbongkar. Yang jelas, sumber saya kredibel," kata Bambang yakin saat ditemui di DPR, Senin (14/12/2009).

"Cuma memang, kami tidak punya gambar (Robert) Tantular. Perkataan 'Ya Robert....' itu ada. Itu, saya hanya minta diklarifikasi dan kalau banyak yang kebakaran jenggot, itu terserah. Saya akan minta Robert Tantular dihadirkan dan diputar rekaman KSSK dan mereka tinggal klarifikasi," katanya lagi.

Anggota Pansus Kasus Bank Century lainnya, Chandra Wijaya (PAN), mengatakan, kemungkinan saja ada beberapa saksi dalam pengungkapan kasus Bank Century ini yang dipanggil, merasa terancam jiwanya. Namun, anggota Dewan yang menjadi Pansus Bank Century juga sudah mulai terancam.

"Jadi, jangan seoalah-olah yang diperiksa menjadi saksi merasa terancam secara pribadi. Kami pun juga merasa terancam dan siap dengan risiko apa pun. Sementara orang-orang yang akan kami periksa dan orang-orang yang akan kami duga itu mempunyai kekuasaan dan jaring kekuasaan," kata Chandra.

"Jadi, kami akan mengusulkan, mereka yang akan diperiksa (Pansus Bank Century) harus nonaktif supaya tidak menggunakan kekuasaannya melawan ataupun menghilangkan alat bukti," ujar Chandra.

Aktivis Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhi Massardi, kemudian meminta kepada semua pihak untuk tidak menggiring kasus Bank Century kemudian ditarik ke permasalahan pribadi.

"Kami meminta kepada seluruh anggota Pansus agar tidak terpancing apabila ada kelompok yang ingin menarik skandal Bank Century ini ke masalah personal. Dan kepada siapa pun, yang patut dapat diduga terlibat skandal Bank Century ini, agar tidak mempersoalkan masalah pribadi," harap Adhi.

"Tunggu sampai Pansus Bank Century selesai dan proses di KPK selesai, atau setelah kedua momentum ini selesai. Jadi, jangan persoalkan kasus personal ini dipersoalkan di tengah, baik itu persoalan antara Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Atau Sri Mulyani dengan Bambang Seosatyo," kata Adhi Massardi. (YAT)


Editor : hertanto
Sumber: